Menu
header photo

Title

Subtitle

Berikut Langkah Mengadakan Aqiqah Secara Muslim

January 22, 2017

Aqiqah itu berguna memutus & melubangi, serta ada juga yang mengatakan bahwa akikah adalah pamor bagi satwa yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan pula bahwa akikah merupakan serat yang dibawa si bocah ketika wujud. Adapun maknanya secara syari’at adalah satwa yang disembelih untuk menyelesaikan bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk bani yang pertama lahir. Perancang kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah atau Al-'Iqqah artinya adalah sabut makhluk yang baru dilahirkan, baik wong atau binatang. Dinamai pun daripadanya hewan yang disembelih untuk bani yang baru lahir di dalam hari keseminggunya.

1. Rendah Hukumnya
Aqiqah hukumnya ialah sunnah muakkad, sekalipun wali dalam stan sulit. Aqiqah dilakukan sama Rasulullah saw. dan para sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru lahir.

1. Rasulullah saw. berfirman:
“Setiap bayi tergadai beserta aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur serta diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Pelerai demam Majah no. 3165 dan sebagainya dari kawan Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini di kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

2. Ashhabus Sunan meriwayatkan:
Bahwa Rasul saw. meng-aqiqahkan Hasan serta Husain (cucunya dari Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. Serta dari Tindasan bin Pemimpin Ash-Dhabiey, kalau Nabi saw. bersabda: "Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, serta hilangkanlah daripadanya kotoran dan najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari
Pada setiap anak rapi aqiqahnya, jadi sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Abu Daud
Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk momongan laki-laki & seekor kibas untuk bayi perempuan.

6. Hadits tambo Malik & Ahmad
Fatimah Binti Nabi SAW (setelah melahirkan Rancak dan Husain) mencukur rambut Hasan dan Husain lantas ia menzakatkan dengan galuh seberat timbangan rambutnya.

tujuh. Hadits sejarah Abu Daud dan Nasai
Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya perlu dilakukan aqiqah untuk bani dua ekor kambing yang sama umurnya serta untuk keturunan perempuan seekor kambing.

dua. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki dan Anak Cewek
Yang afdhal untuk anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing/domba yang seolah-olah dan umurnya bersamaan. Dan untuk budak perempuan 1 ekor.
Dari Ummu Karz Al-Ka'biyah berkata: Aku sudah mendengar Nabi saw. bertitah:

" Untuk anak laki-laki 2 ekor kibas yang seolah-olah, dan untuk anak cewek satu sudut. " & dibolehkan wahid ekor domba untuk anak laki-laki. domba aqiqah bandung Rasulullawh saw. pernah berbuat yang demikian untuk Hasan dan Husain r. a., seperti pada hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah jikalau salah seorang diantara aku mempunyai bani, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan kadim kambing tersebut. Maka sehabis Allah mengundang islam, aku menyembelih kambing, mencukur atau menggundul penyelenggara si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi. ” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan mengenai sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Putra Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang2 pada tanda jahiliyah bila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, tersebut melumuri randu dengan resam aqiqah, dan kemudian ketika membabat rambut si bayi tersebut melumurkan di dalam kepalanya’. Maka Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah itu dengan minyak wangi. ’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Ruang Penyembelihan

1. Jika mengizinkan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Bahwa tidak, maka pada hari ke-14. Meski yang demikian masih bukan memungkinkan, dipastikan pada hari ke-21 atas hari kelahirannya. Jika masih tidak memungkinkan maka pada kapan selalu. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? "Disembelih pada hari ketujuh, serta pada hari ke-empatbelas, & pada hari kedua persepuluhan satu. "
Rangkaian Berikutnya:
- Menyampaikan anak sebutan
- Mencukur rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Tentang hal syarat hewan kambing yang dapat jadi aqiqoh tersebut sama dengan syarat satwa qurban (kurban) sbb:
- Kambing: siap berusia 1 (satu) tahun dan merembes usia (dua) tahun.
- Domba: sempurna berusia 6 (enam) tarikh dan merasuk bulan ke-7 (tujuh).
- Tidak mampu ada anak buah badan hewan yang keburukan.
- Dagingnya tidak larat dijual.

4. Bersamaan Rumpang Qurban & Aqiqah.
Dari sini muncul pertanyaan, yaitu bolehkah memadukan niat aqiqah dan persembahan? Bila hal itu diperbolehkan apakah secara otomatis persembahan yang dijalani sekaligus mampu menggugurkan panggilan akikah? Hal hal itu ada 2 pendapat:

Qurban yang ia tunaikan ini bisa sekaligus diniatkan aqiqah dan menggugurkan anjurannya. Opini ini adalah opsi yang disampaikan sama Mazhab Hanafi dan satu diantara riwayat Ahmad. Dari mimbar tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Rumpun Sirin, dan Qatadah, mufakat dengan pandangan ini. Meronce berargumentasi, zat kedua kebiasaan sama, yakni mendekatkan muncul kepada Tuhan swt. melalui sembelihan fauna. Keduanya bisa saling melengkapi dan menimbun. Kasus hukumnya sama begitu shalat wajib di Masjid disertai dengan niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, menolong opsi ini.

Kedua ibadah itu bukan boleh disatukan dan tidak bisa menggugurkan salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat tersebut disampaikan sama Mazhab Maliki, Syafi’i, serta salah satu babad Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan persembahan memiliki urusan yang berbeda. Maka ini, satu setara lain bukan boleh digabung. Latar belakang & motif papar kesunnahan ke-2 ibadah tersebut pun bertelingkah. Jadi, kurang tepat disatukan. Misalnya, kompensasi yang real di haji tamattu' serta denda yang berlaku pada fidyah.

Go Back

Comment

Blog Search

Blog Archive

Comments

There are currently no blog comments.